Lewati ke konten
Kembali ke blog
Tim Lancartech 2 menit baca

Astro vs Next.js di 2026: Kapan Pakai Yang Mana?

Decision tree untuk memilih framework yang tepat — kapan Astro menang, kapan Next.js diperlukan, dan kapan keduanya bisa hidup berdampingan.

Astro vs Next.js di 2026: Kapan Pakai Yang Mana?

Singkatnya

  • Astro menang untuk content-heavy site (marketing, blog, docs, e-commerce katalog) — ship 0 KB JS by default.
  • Next.js menang untuk app interaktif (dashboard, SaaS UI, social, realtime) — full React + RSC + Server Actions.

Di project Lancartech, kami pakai dua-duanya secara konsisten. Pilihan tergantung berapa banyak halaman butuh interaktivitas client-side.

Kapan pakai Astro

  • Halaman statis: company profile, landing page, blog, dokumentasi.
  • SEO-critical: Lighthouse 95+ tanpa effort.
  • Hosting murah: bisa di Cloudflare Pages, Vercel free tier, atau static file server.
  • Tim mixed: bisa import komponen React/Vue/Svelte sebagai island kalau butuh.

Kapan pakai Next.js

  • Aplikasi dashboard / admin panel dengan banyak interaksi.
  • Real-time features (chat, live data) yang butuh WebSocket atau Server-Sent Events.
  • Auth-gated app dengan banyak server-side state.
  • Tim sudah deep di React ecosystem (RSC, Server Actions, ISR).

Hybrid pattern yang kami pakai

Untuk SaaS skala medium:

  • Marketing site (/, /pricing, /blog) → Astro (cepat, SEO bagus, jarang berubah)
  • App produk (/app/dashboard, /app/billing) → Next.js (interaktif, auth, data realtime)

Dua deployment terpisah tapi dengan branding & UX yang konsisten. Best of both worlds.

Aturan praktis

Kalau halaman bisa di-render sekali lalu cache — pakai Astro. Kalau setiap user butuh data berbeda dan banyak interaksi — pakai Next.js.

Untuk konsultasi pilihan stack, hubungi kami.

Tim Lancartech · · 2 menit baca

Siap mulai proyek berikutnya?

Konsultasi awal gratis — kami bantu rancang strategi digital yang paling cocok untuk bisnis Anda.