Astro vs Next.js di 2026: Kapan Pakai Yang Mana?
Decision tree untuk memilih framework yang tepat — kapan Astro menang, kapan Next.js diperlukan, dan kapan keduanya bisa hidup berdampingan.
Singkatnya
- Astro menang untuk content-heavy site (marketing, blog, docs, e-commerce katalog) — ship 0 KB JS by default.
- Next.js menang untuk app interaktif (dashboard, SaaS UI, social, realtime) — full React + RSC + Server Actions.
Di project Lancartech, kami pakai dua-duanya secara konsisten. Pilihan tergantung berapa banyak halaman butuh interaktivitas client-side.
Kapan pakai Astro
- Halaman statis: company profile, landing page, blog, dokumentasi.
- SEO-critical: Lighthouse 95+ tanpa effort.
- Hosting murah: bisa di Cloudflare Pages, Vercel free tier, atau static file server.
- Tim mixed: bisa import komponen React/Vue/Svelte sebagai island kalau butuh.
Kapan pakai Next.js
- Aplikasi dashboard / admin panel dengan banyak interaksi.
- Real-time features (chat, live data) yang butuh WebSocket atau Server-Sent Events.
- Auth-gated app dengan banyak server-side state.
- Tim sudah deep di React ecosystem (RSC, Server Actions, ISR).
Hybrid pattern yang kami pakai
Untuk SaaS skala medium:
- Marketing site (
/,/pricing,/blog) → Astro (cepat, SEO bagus, jarang berubah) - App produk (
/app/dashboard,/app/billing) → Next.js (interaktif, auth, data realtime)
Dua deployment terpisah tapi dengan branding & UX yang konsisten. Best of both worlds.
Aturan praktis
Kalau halaman bisa di-render sekali lalu cache — pakai Astro. Kalau setiap user butuh data berbeda dan banyak interaksi — pakai Next.js.
Untuk konsultasi pilihan stack, hubungi kami.