Lewati ke konten
Kembali ke blog
Tim Lancartech 2 menit baca

VPS Indonesia vs Singapore: Latency, Egress, dan Compliance

Perbandingan praktis untuk bisnis Indonesia: kapan host di lokal lebih masuk akal, kapan offshore (Singapore/Tokyo) tetap pilihan.

VPS Indonesia vs Singapore: Latency, Egress, dan Compliance

Latency

Untuk user dari Jakarta:

  • VPS Indonesia (Cibinong/Cyber 1): 5–15 ms
  • Singapore (Equinix SG1/SG3): 25–40 ms
  • Tokyo / Hong Kong: 60–100 ms
  • US East: 200+ ms

Untuk interactive app (dashboard SaaS, e-commerce checkout), latency 30 ms vs 5 ms terasa: setiap interaksi terasa “snappy” vs “ada delay tipis”.

Untuk API consumer atau cron-job, perbedaan tidak signifikan.

Egress (bandwidth keluar)

Server Indonesia ke user Indonesia → tidak ada cross-border charge dari ISP. Server Singapore ke user Indonesia → ISP Indonesia kadang charge transit ke peer Singapore. Ini lebih affect bisnis bandwidth-heavy (streaming, file delivery).

Cloud asing seperti AWS Singapore charge per GB egress ($0.09/GB) — kalau aplikasi serve banyak file, biaya ini bisa lebih besar dari biaya server.

Compliance & data residency

PP 71/2019 + UU PDP mewajibkan data pribadi penduduk Indonesia disimpan di dalam negeri untuk kategori tertentu (publik, fintech, kesehatan).

Banyak bisnis sektor regulated (fintech, healthtech, edutech kerja sama pemerintah) tidak bisa offshore. Server Indonesia jadi requirement, bukan pilihan.

Kapan offshore tetap masuk akal

  1. Target user global atau regional Asia Tenggara — Singapore lebih central.
  2. Compute-heavy workload dengan user APAC tersebar — SG punya AWS/GCP region terdekat dengan pricing lebih kompetitif.
  3. Backup tier — geo-redundancy ke region berbeda.
  4. Test/staging environment yang tidak butuh latency optimal.

Kapan local Indonesia lebih masuk akal

  1. Target user dominan Indonesia (B2C lokal, marketplace, F&B).
  2. App interaktif yang user-experience sangat dependant ke latency.
  3. Compliance/regulated sector.
  4. Egress traffic tinggi (streaming, CDN, file hosting).
  5. Mau billing dalam Rupiah, hindari fluktuasi USD.

Diskusi infrastruktur lokal.

Tim Lancartech · · 2 menit baca

Siap mulai proyek berikutnya?

Konsultasi awal gratis — kami bantu rancang strategi digital yang paling cocok untuk bisnis Anda.